Jumat, 22 April 2011

Mengenal Jenis- Jenis Investasi

Oleh: Made Reina Candradewi, SE

Secara sederhana, investasi adalah kegiatan memodalkan uang pada sesuatu yang berharga, dengan kata lain investasi merupakan suatu proses kepemilikan pada aset-aset riil atau finansial yang produktif atau proses akuisisi dari aset-aset riil atau keuangan. Tujuan dari investasi, tidak lain adalah untuk mendapatkan profit atau return atau keuntungan pada masa yang akan datang. Uraian singkat ini akan menjelaskan apa saja jenis-jenis investasi,sehingga kita dapat lebih mengerti tentang investasi yang tepat untuk dilakukan.

Para ahli, seperti Fabozzi dan Tandelilin, menjelaskan jenis-jenis investasi yang dapat dilihat sebagai berikut:

INVESTASI FINANSIAL

a. Tabungan


Berinvestasi dengan memiliki tabungan di salah satu bank, merupakan investasi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Keuntungan atas investasi ini adalah tidak adanya resiko (zero risk), sangat aman karena dijamin oleh pemerintah, dan perolehan return dalam bentuk bunga bank. Sisi negative dari memiliki tabungan yaitu uang dengan mudah dapat berkurang (karena dapat diambil kapan saja) dan return yang didapat hanya sebatas bunga bank.

b. Deposito


Investasi ini memiliki fungsi yang sama seperti tabungan. Deposito merupakan penyimpanan uang sampai periode waktu tertentu yang telah disepakati. Deposito memiliki jangka waktu penyimpanan sampai jatuh tempo. Uang yang diinvestasikan pada deposito tidak bias dicairkan sebelum jatuh tempo. Akan tetapi, deposito memberikan bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa dan investasi ini juga merupakan investasi yang tidak berisiko. Kerugian dari deposito adalah return yang didapat hanya sebatas bunga yang berikan, dan jika dibandingkan, investasi pada aset-aset lain dapat memberikan return yang lebihbesar.

c. Obligasi


Secara sederhana, obligasi merupakan sura thutang dan merupakan bukti bahwa investor telah memberikan hutang kepada suatu perusahaan (bond) atau pemerintah (SuratUtang Negara / SUN). Keuntungan dari kepemilikan obligasi adalah investor medapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Tetapi, sisi negative dari kepemilikan obligasi yaitu jangka waktuinvestasi yang cukup panjang (sama dengan atau lebih besar dari satu tahun), sehingga dana yang di investasikan tidak dapat dicairkan jika investor menginginkan untuk berinvestasi pada aset lain.

d. Saham


Saham merupakan tanda bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Hal ini berarti investor memiliki sebagian dari perusahaan sesuai dengan besarnya dana yang diinvestasikan investor pada sebuah perusahaan. Dengan memiliki saham pada suatu perusahaan, investor (dalam hal ini disebut pemegang saham) akan mendapatkan return berupa dividend, dan juga akan berbagi risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki pasar modal, Bursa Efek Indonesia, yang memperjual-belikan saham-saham atas perusahaan-perusahaan go public Indonesia. Investor dapat bertindak sebagai individual investor yang melakukan investasi pada BEI dengan bermain saham dan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga saham (stock return). Bagi seseorang yang tidak memiliki keahlian dalam berinvestasi dipasar modal, dapat berinvestasi pada reksadana. Dimana, reksadana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi keberbaga iinstrumen investasi.

e. Produk-produk Derivatif


Derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Produk-produk derivatif yang diperjual-belikan pada Bursa Efek Indonesia adalah kontrak opsi saham (call and put option) dan kontrak berjangka (futures option). Produk-produk derivatif ini dapat melindungi pembeli dan penjualnya pada fluktuasi saham yang tidakdiharapkan (hedging risk). Dengan menggunakan analysis danstrategi yang tepat, investor pada produk derivatif bisa mendapatkan return yang relatif tinggi. Akan tetapi, investor juga menghadapi risiko yang cukuptinggi, karena fluktuasi saham sangat sulit untuk diprediksi. Keahlian dalam berinvestasi diproduk-produk derivatif sangat dibutuhkan, sebelum investor memutuskan untuk berinvestasi pada pasar derivatif.

f. Ekuitas International


Ekuitas internasional merupakan investasi yang dapat memberikan return yang cukup tinggi untuk investor dan juga memiliki risiko yang cukup tinggi. Ekuitas internasional memungkinkan investor untuk berinvestasi pada pasar modal diluar negeri, seperti London Stock Exchange, New York Stock Exchange, Nasdaq Stock Exchange, dan sebagainya. Dengan berinvestasi pada ekuitas internasional, investor memiliki pilihan investasi yang lebih beragam seperti berinvestasi saham-saham pada perusahaan-perusahaan multinasional. Akan tetapi tingkat keuntungan pada ekuitas international dipengaruhi oleh transaction cost dan exchange rate fluctuation.

INVESTASI RIIL

a. Real Asset atau Properti


Investasipada real asset atau properti merupakan investasi yang sangat diminati oleh para investor saat ini, karena properti memiliki nilai jual dan juga nilai sewa yang terus meningkat setiap tahunnya. Investasi ini relatif aman, akan tetapi beberapa hal juga harus dipertimbangkan. Berinvestasi pada real asset memerlukan dana yang cukup besar, terkadang mendapat kendala likuiditas, dan diperlukan strategi dalam pemilihan lokasi properti yang tepat.

b. Emas


Sama halnya seperti properti, logam mulia berupa emas juga merupakan tipe investasi yang cuku paman. Nilai emas akan semakin meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya inflasi. Emas juga sangat mudah diperjual-belikan. Investor akan mendapatkan return dari investasi ini sesuai dengan margin atau selisih pada harga penjualan emas saat ini dan pembelian emas terdahulu.


Berdasakan ulasan yang telah diuraikan, dapat dilihat bahwa kita dapat berinvestasi pada berbagai macam tipe-tipe investasi. Tipe-tipe investasi tersebut memberikan nilai return dan risk yang berbeda-beda. Keputusan untuk berinvestasi akan ditentukan oleh tujuan dari investasi tersebut, penentuan kebijakan investasi, dan pemilihan strategii nvestasi. Dengan melihat betapa pentingnya investasi untuk dilakukan, oleh karena itu masyarakat didorong untuk melakukan kegiatan investasi. Hal ini dapat dimulai dengan melakukan kegiatan investasi yang paling sederhana, seperti memiliki tabungan atau deposito pada suatu lembaga keuangan seperti koperasi atau bank.

BERITA TERKINI

ARSIP POST