![]() |
(oleh : Prof. DR. Ketut.Rahyuda,SE, MSIE) |
PROLOG
KETIKA KAU DATANG TANPA MAKNA,TANGIS RASA HATI DALAM PENYESALAN, BERTANYA TENTANG UPAYA HIDUP TIADA BERPEGANG, SAMBIL TERUCAP PENGALAMAN YG TIDAK BERTUAN.DUDUK MERENUNG BERSAMA, SAMBIL MEMBAYANG KAPAN JAGAT MEMBERIKAN MAKNA, SEDIH DAN TANGIS TAK MEMBERI JALAN, MARI BICARA PADA JAGAT,UNTUK DIBUKA KESEMPATAN SEMANGAT TENTANG KEPERCAYAAN
KEPERCAYAAN UNTUK APA ,KENAPA KEPERCAYAAN ITU PENTING,DAN BAGAIMANA KEPERCAYAAN MAMPU MENJADI PENGIKAT KEHIDUPAN BERMAKNA ?. PERTANYAAN TANPA TERJAWAB BILA JIWAMU TEROMBANG AMBING, KEPERCAYAAN TIDAK AKAN ADA BILA DIRIMU TIDAK MEMAHAMI, DIRIMU ADALAH MEDIA GUNA MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN, KEPERCAYAAN ITU TIDAK LAIN DARI MODAL STOR UNTUK KEHIDUPAN BERMAKNA.
OH OH OH HYANG WIDHI,IZINKAN LAH KAMI BELAJAR MENGERTI TENTANG DIRI, BUKALAH JNANA KAMI AGAR SERATUS DELAPAN HURUF BALIKU DAPAT KAU BANGUNKAN PADA BERBAGAI SENDI KEHIDUPAN HAMBAMU, HILANGKAN OMONG BESAR DAN SIFAT2 EGO SERTA MORAL ANGKUH YANG MELEKAT PADA DIRI KAMI,PERSIAPKAN KECERDASAN AGAR PERNAH KAMI ALAMI HIDUP INI BERMAKNA SEBELUM KAU SIRNAKAN KESEMPATAN NIKMAT JAGAT PALSU INI.
PENDAHULUAN
Doeloe, Pangeran Brawijaya (seorang raja besar majapahit ) mengadakan perluasan daerah(baca. menjajah) sambil mengadakan ikatan hubungan kemitraan dengan daerah bahkan bangsa lain di luar Kerajaan Nusantara. Bila diketemukan ada wanita molek pada wilayah jajahan( maupun putri kerajaan kecil yang di ingininya) maka sang Raja tidak segan-segan untuk menjadikan istri, permaisuri bahkan tidak jarang sebagai selir sang Raja. Sampai suatu ketika sang Raja kecele atas keputusan prilakunya adalah memutuskan menikah dengan salah satu putri champa. Berhubung sang putri sangat cantik dan molek, sang raja dielus dan lupa dalam dekapan gelora nafsu, akhirnya lahir seorang anak durhaka, memaksa kekuasaan sang Raja direbut (dikudeta) anak durhaka. Akibat atas semua prilaku sang Raja merupakan klimaks kekuasaan Raja besar dan sekaligus menjadi penyebab tenggelam nya kerajaan Majapahit itu.
Prilaku Raja Majapahit, merupakan aksi kekuasaan tanpa perhitungan yang cerdas terhadap berbagai aspek social lainnya. Relevansi terhadap kemampuan kekuasaannya sang Raja adalah sebagai modal social yang dipertautkan dengan perluasan kekuasaan sekaligus digunakan sebagai daerah jajahan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan utama yang ingin dicapai adalah tujuan status kekuasaan dan tentu mengharapkan keuntungan material atas jajahan yang telah terbentuk. Dalam ilmu marketing, daerah jajahan adalah merupakan domain kekuasaan pasar yang akan menjadi bagian/share pasar atas produk dan atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat sasaran pada periode tertentu. Sedangkan potensi pasar yang didapat adalah permintaan nyata masyarakat terhadap produk dan atau jasa. Besar potensi pasar itu adalah merupakan kepercayaan masyarakat(boleh baca nasabah) atas nilai pasar sasaran yang telah terjadi. Bila pemahaman ini dikaitkan dengan kekuasaan sang Raja maka berarti sang Raja Majapahit ternyata sudah melakukan fungsi ganda yaitu dua kekuatan dasyat yang dikolaborasi sebagai kualitas jati diri sang Raja, yaitu kekuatan kekuasaan dan kualitas tingkat kepercayaan masyarakat daerah jajahan maupun sekarang menjadi pasar sasaran (segmen pasar).
Atas usaha itu sang Raja sudah mempunyai kualitas diri sebagai pemimpin, tapi guna kepentingan jangka panjang sang Raja agaknya lupa menjaga keseimbangan perpaduan antara kekuasaan dengan kepercayaan yang telah terjadi. Sehingga dalam perkembangan zaman maka tingkat keseimbangan kekuasaan dengan tingkat kepercayaan tidak lagi menjadi optimal maupun harmonis maka bencana telah terjadi dan tidak dapat dihindarkan sang Raja. Bencana apa ? bencana runtuhnya kekuasaan dan kepercataan sang Raja di kerajaan majapahit, Disharmonis antara kekuasaan dan kepercayaan akan mewujudkan gagalnya organisasi. Kegagalan keharmonisan kekuasaan dan kepercayaan dapat menimbulkan bankrut nya perusahaan, termasuk juga hancurnya perkoperasian, usaha bisnis bahkan lembaga social maupunperikatan-perikatan kelompok relegis. Untuk itu dalam proses kelangsungan usaha jangka panjang dan berkelanjutan maka menjaga dan membina HUBUNGAN BERDASARKAN KEPERCAYAAN adalah sangat dibutuhkan.
Atas usaha itu sang Raja sudah mempunyai kualitas diri sebagai pemimpin, tapi guna kepentingan jangka panjang sang Raja agaknya lupa menjaga keseimbangan perpaduan antara kekuasaan dengan kepercayaan yang telah terjadi. Sehingga dalam perkembangan zaman maka tingkat keseimbangan kekuasaan dengan tingkat kepercayaan tidak lagi menjadi optimal maupun harmonis maka bencana telah terjadi dan tidak dapat dihindarkan sang Raja. Bencana apa ? bencana runtuhnya kekuasaan dan kepercataan sang Raja di kerajaan majapahit, Disharmonis antara kekuasaan dan kepercayaan akan mewujudkan gagalnya organisasi. Kegagalan keharmonisan kekuasaan dan kepercayaan dapat menimbulkan bankrut nya perusahaan, termasuk juga hancurnya perkoperasian, usaha bisnis bahkan lembaga social maupunperikatan-perikatan kelompok relegis. Untuk itu dalam proses kelangsungan usaha jangka panjang dan berkelanjutan maka menjaga dan membina HUBUNGAN BERDASARKAN KEPERCAYAAN adalah sangat dibutuhkan.
TIDAK KENAL, TIDAK SAYANG DAN TIDAK PAHAM
Pendekatan marketing, mengharuskan manajemen mengenali dan memahami konsep terapan atas kekuasaan dan kepercayaan dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan ruang pasar. Manajemen diharuskan mencari dan mengembangkan pasar(daerah jajahan-doeloe).Kini proses pengembangan pasar dilakukan dengan pendekatan kemitraan, ilmu strategi mengatakan sebagai corporation. Maksud atas pengertian corporasi adalah proses kemitraan dilakukan dengan melalui pendekatan tiga (3) unsur sebagai indicator keberhasilan yaitu pertama memahami kesetaraan antar pelaku dengan user, bagaimana cara manajemen-pengurus memposisikan para pengguna(barang-jasa) sebagai personal/ kelompok adalah sama, mempunyai kesempatan dan kepentingan yang sederajat atau kedua belah pihak mempunyai tujuan yang sama walaupun keinginan dan kebutuhan yang berbeda(equality), kedua, para pihak mempunyai etika kebersamaan (bidang usaha koperasi sangat membutuhkan pengetahuan ini) bekerja bersama dan bersama berkerja (cooperation) tidak saling meniadakan melainkan saling memberikan maanfaat bersama. Ketiga apabila para pihak sudah mau bekerja bersama tentu mengharafkan value added (nilai tambah) bagi pengguna maupun dalam hal ini anggota, baik bagi koperasi, anggota koperasi maupun masyarakat. Semua pendekatan ini sudah dikenal dari jaman majapahit sampai dengan jaman modern sekarang ini. Sayang Sang Raja saat itu,kurang didampingi oleh konsultan yang cerdas dan bermoral, padahal kemampuan sang Raja sudah luar biasa baik phisik maupun spritualnya. Arti dari kepemimpinan itu adalah kemampuan menjaga kekuasaan dan kepercayaan rakyat /masyarakat yang tidak seimbang ( maaf ya pak Raja).
Kini mantra menjaga kepercayaan dapat dibaca dalam konsep relational marketing, Morgan and Hunt,(1994 p.22) menyatakan panjang lebar. Secara sederhana dapat disampaikan bahwa menjaga hubungan dengan mengelola secara cermat dan cerdas adalah suatu kewajiban bagi manajemen. Memelihara dan menjaga stabiliatas jaringan hubungan para pihak yang berkepentingan agar sasaran dan tujuan tercapai. Terutama memdapatkan keuntungan atas keberhasilan kemitraan yang digunakan sebagai media pengikat kepercayaan. Untuk kepentingan koperasi Kharismamadani, tujuan yang semestinya di capai adalah melalui proses pembentukan hubungan yang berkualitas antara personal,nasabah atau lembaga terkait dengan para pihak lain baik lembaga sejenis maupun tidak .Unit kegiatan internal pun relation marketing sangat perlu dilakukan guna menjaga irama kerja pengurus, karyawan agar produktivitas unit-divisi bahkan kinerja cabang semakin kuat dan meningkat. Mengikat segala kegiatan unit-divisi maupun cabang usaha menjadi kegiatan kepercayaan guna mencapai tujuan koperasi jangka panjang dan berkelanjutan. Dalam pengertian ini, proses kemitraan ini ditekankan kepada pentingnya jaringan hubungan kemitraan yang erat dengan sejumlah nasabah dan mitra usaha-kunci. Tidak semua nasabah ataupun mitra kerja menjadi mitra kunci, sehingga untuk mereka yang tidak menjadi mitra kunci maka tidak dikaitkan dalam pembentukan jaringan kerja, walaupun tanggung jawab atas kepentingan dan kepuasan nasabah tetap harus diutamakan. Prinsip dasar dalam menjalin hubugan kerja ini adalah, manajemen dan pengelola koperasi harus selalu dan tetap mempertimbangkan, memperhitungkan dan memonitor berbagai indicator terpenting yang berkaitan dengan nilai nilai sasaran. Secara konseptual proses itu disebut sebagai leads performance organizationship yaitu secara jangka panjang penciptaan nilai bagi semua pihak ( koperasi, anggota, karyawan,pengurus, lingkungan luar yang ikut berpartisisipasi dan peduli terhadap pengembangan koperasi dan masyarakat). Berdasarkan pencapaian tujuan jangka panjang itu diharapkan para anggota dan masyarakat akan tetap komitmen mempertahankan kualitas kepercayaan kepada koperasi Kharismamadani.
PENUTUP
Pendekatan relation marketing adalah memperoleh kepercayaan atas nasabah kepada koperasi maupun mitra kerja. Tanpa kepercayaan nasabah, mitra kerja koperasi kharismamadani tidak akan mampu membentuk hubungan maupun membangun jaringan kerja. Konsep kepercayaan ini sering disebut dg trust concept. Oleh Diane Stephenson sbg pencipta teori Quantum trust, 1920an dan Steve Hackel yang mengatakan bahwa kepercayaan sebagai suatu sikap dan harapan yang dipertaruhkan sekaligus timbul didasarkan atas etika moral dan budi pekerti yang bersumber pada nilai dan aturan aturan yang dikenal diakui dan lazim berlaku pada suatu masyarakat. Harapan itu dimaksudkan mampu mempermudah dan mengurangi biaya transaksi dalam jaringan hubungan antar anggota komunitas dan meningkatkan efisiensi menyeluruh untuk lembaga dan masyarakat. Kepercayaan adalah perekat komunitas yang mendasari dan memfasilitasi hubungan antara anggota komunitas. Kepercayaan itu memungkinkan para pihak untuk saling bertukar informasi tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi guna mendapatkan nilai atas informasi tersebut.Seperti dikatakan oleh Mark granovetter dan Robert Putnam ; trust is the utility through which this knowledge flows sedangkan dalam konteks lembaga bisnis Diene Stephenson mengatakan REMEMBER, KNOWLEDGE IN THIS COMPANY WAS GENERATED THROUGH MUTUAL TRUST AND EXCHANGE. Kepercayaan juga memungkinkan anggota komunitas saling bertukar sumber daya tanpa harus melibatkan pihak lain dalam menjalin hubungan kerja sama, ha haaaaa ini dulu ya lain kali sambung lagi,thanks